Yogyakarta, 1Juni 2025 — Di tengah menjamurnya coffee shop dengan aneka varian di setiap sudut kota, ada satu minuman tradisional yang masih setia bertahan dan bahkan mulai bangkit dengan wajah baru: jamu.
Jamu bukan sekadar minuman herbal peninggalan masa lalu. Di Yogyakarta, jamu justru menjadi simbol keteguhan budaya yang tidak mudah tergeser oleh tren kekinian. Rempah-rempah seperti kunyit, kencur, jahe, dan temulawak yang menjadi bahan utama jamu telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat sejak dulu, dan kini mulai menarik perhatian generasi muda.
Di pasar-pasar tradisional seperti Beringharjo, Prawirotaman, dan Kotagede, jamu masih dijajakan setiap pagi. Tapi yang menarik, jamu kini juga bisa ditemukan dalam bentuk yang lebih modern. Beberapa kafe dan gerai minuman di Yogyakarta mulai menghadirkan jamu sebagai menu alternatif yang dikemas kekinian. Beras kencur disajikan dalam botol kaca minimalis, kunyit asam dipadukan dengan madu dan lemon, bahkan ada jamu sparkling yang membuat tampilannya tak kalah menarik dari minuman lain di coffee shop.
Fenomena ini menunjukkan bahwa jamu bukan hanya bertahan, tapi berkembang. Anak muda Yogyakarta kini tak lagi malu minum jamu. Sebaliknya, mereka mulai bangga dengan produk lokal yang kaya manfaat, alami, dan punya nilai budaya tinggi.
Pemerintah Kota Yogyakarta juga mendukung pelestarian jamu dengan berbagai program. Mulai dari pelatihan pembuatan jamu untuk pelaku UMKM, lomba inovasi jamu di kalangan pelajar, hingga festival jamu sebagai bagian dari agenda budaya tahunan. Upaya ini dilakukan agar jamu tidak hanya hidup di dapur-dapur tradisional, tapi juga menjadi bagian dari ekonomi kreatif dan identitas kota.
Sejak jamu ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada tahun 2023, perhatian terhadap minuman herbal ini semakin meningkat. Yogyakarta, sebagai kota budaya, membuktikan bahwa tradisi bisa berjalan seiring inovasi. Bahwa warisan tidak selalu harus diam di masa lalu, tapi bisa hidup, tumbuh, dan beradaptasi dengan zaman.
Di tengah geliat tren minuman modern, jamu menunjukkan bahwa yang tradisional pun bisa tetap relevan. Bahkan bisa jadi, di masa depan, jamu adalah minuman yang paling dicari, bukan hanya karena sehat, tapi karena menyimpan cerita dan kearifan yang tak lekang oleh waktu.
"Coffee shop boleh bertambah banyak, tapi jamu tetap punya tempat spesial di setiap gelas yang menyeduh rasa rindu pada warisan nenek moyang."
